Resmi di Lantik Menjadi Anggota DPRD RI, Adian Napitupulu Ngotot Tolak Tawaran Menteri dari Jokowi
KORAN MEDAN - 711 orang Anggota MPR/DPR, terdiri dari 575 Anggota DPR RI dan 136 Anggota DPD RI resmi dilantik, Selasa (1/10/2019)
Suasana pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan 711 berjalan lancar, meskipun di luar gedung tampak ramai namun suasana kondusif.
Sebelum acara pelantikan, para Anggota DPR, DPD bersama para pendamping, berfoto di ruang utama pelantikan yang dikenal sebagai ruang kura-kura.
Dari sekian banyak anggota DPR RI yang dilantik, Politisi PDI Perjuangan Adian Napitupulu yang menjadi sorotan, karena ketegasannya menolak tawaran menjadi menteri dari Presiden Jokowi.
Saat pelantikan Adian Napitupulu ditemani oleh istrinya Dorothea Eliana Indah Wardani ke gedung DPR RI.
Keduanya tampil rapi dan kompak dengan warna pakaian yang sepadan. Namun ciri khas Adian Napitulu yaitu mengenakan jeans masih tetap.
Adian Napitupulu tidak mau ambil pusing dengan segala aturan yang diberikan kepada anggota DPR baru pada saat pelantikan.
Menurut Adian Napitupulu, yang terpenting adalah kehadiran anggota tersebut, bukan pakaian apa yang mereka gunakan saat pelantikan.
"Yang jadi anggota DPR baju atau orangnya?" kata pendiri kelompok aktivis Forum Kota tersebut di Kompleks Gedung Parlemen, Rabu (1/10/2014).
Menurut Adian Napitupulu, tidak ada larangan menggunakan jas bekas pada saat pelantikan anggota DPR.
Dari undangan yang ia terima, tertulis bahwa anggota Dewan berjenis kelamin laki-laki diwajibkan menggunakan setelan jas dan celana warna hitam.
"Dress code-nya hitam-hitam, kulit saya bahkan hitam juga. Sempurna kan hitamnya," kata pria yang kerap mengenakan jaket kulit tersebut.
Adian Napitupulu memilih mengenakan setelan jas bekas pakai seharga Rp 80.000 yang dibelinya di Pasar Loak Gedebage, Bandung, Jawa Barat.
Adian Napitupulu tidak mau membeli atau membuat pakaian baru karena harus merogoh kocek lebih dalam.
Bagi Adian Napitupulu, pakaian hanya menjadi alat penunjang kinerja seseorang.
"Yang penting memenuhi asas kesopanan, jangan dibikin susah. Pusing saya," katanya.
Sebelumnya saat geladi resik, pelantikan, Senin (30/9/2019), Adian Napitupulu mengaku membeli kemeja putih di Jatinegara seharga Rp 25.000. Dasi yang akan dikenakan dibeli di ITC Ambassador seharga Rp 25.000, dan jas ia beli di toko pakaian impor bekas di kawasan Gedebage, Bandung. Harga jas itu hanya Rp 40.000.
"Sepatu saya beli Rp 450.000, itu juga barang diskon 40 persen," ujar salah satu pendiri kelompok mahasiswa Forum Kota (Forkot) itu.
Dilantiknya Adian Napitupulu hari ini adalah salah satu kengototannya menolak menjadi menteri dalam Kabinet Jokowi Maruf 2019-2024 seperti yang dia sampaikan beberapa waktu lalu.
Politisi berdarah Batak ini mengaku ditawari oleh Presiden Joko Widodo ( Jokowi) menjadi menteri pada kabinet mendatang.
Tawaran tersebut saat Adian dipanggil Jokowi pada 13 Agustus 2019 lalu. Namun, Adian Napitupulu mengaku menolak tawaran Jokowi.
Adian Napitupulu merasa dia tidak memliki bakat menduduki posisi menteri.
"Sudah (bertemu Jokowi), diminta jadi menteri.
Saya empat kali bilang, 'ampun Pak Presiden saya tidak punya talenta jadi birokrat, saya tidak punya talenta jadi menteri'," kata Adian Napitupulu saat ditemui di Denpasar, Bali, Sabtu (21/9/3019).
Namun dalam pertemuan tersebut, Adian Napitupulu mengaku belum sampai membahas untuk posisi menteri apa.
Adian Napitupulu juga mengaku mendukung Jokowi bukan untuk sekedar mengejar jabatan, tapi lebih karena ingin Indonesia lebih baik.
"Belum bicara posisi (menteri).
Saya berjuang habis-habisan buat Jokowi tidak untuk jabatan, tapi untuk Indonesia lebih baik, itu saja.
Jadi saya tidak mengejar jabatan," kata Adian Napitupulu.
Melansir tribunnews, Adian Napitupulu menyambangi Istana Kepresidenan Jakarta bertemu Presiden Joko Widodo (Jokowi), Selasa (13/8/2019).
Kedatangan mantan aktivis 1998 itu tak terpantau awak media yang biasa bertugas meliput di Istana.
Kedatangan pria bernama lengkap Adian Yunus Yusak Napitupulu itu dibenarkan oleh salah satu staf-nya di DPR, Musyafaur Rahman.
Adian Napitupulu, katanya, bertemu Jokowi setelah sebelumnya menerima kedatangan Ketua DPR Bambang Soesatyo.
Namun, Musyafaur Rahman tak tahu apa pembicaraan empat mata antara Adian Napitupulu dengan Presiden Jokowi.
"Belum ketemu juga (dengan Adian Napitupulu). Nanti kalau ketemu coba saya tanyakan," ucapnya.
Sebelumnya, nama Adian Napitupulu menggema dalam acara Halalbihalal Presiden Jokowi bersama aktivis 98, di Jakarta, Minggu (16/6/2019) lalu.
Pada kesempatan itu, Presiden Jokowi mengatakan saat ini memang aktivis 98 sudah banyak yang menjadi kepala daerah atau wakil rakyat di parlemen.
Namun, Jokowi mengakui belum ada aktivis 98 yang menjadi menteri di pemerintahan.
Jokowi pun kemudian menyinggung nama Adian Napitupulu saat bicara soal kursi menteri.
"Berkaitan dengan aktivis 98, ini adalah pelaku sejarah, memang sebagian besar sudah ada yang menjabat bupati, DPR, wali kota atau jabatan lain, tapi saya juga mendengar ada yang belum."
"Saya lihat menteri belum," kata Jokowi.
Setelah pernyataan Jokowi itu, para aktivis 98 yang hadir lantas meneriakkan nama Adian Napitupulu sebagai bentuk dukungan kepada politikus PDIP itu untuk masuk dalam pemerintahan mendatang.
"Adian, Adian, Adian," seru para aktivis 98.
"Bisa saja, kenapa tidak? dengan kemampuan yang ada bisa saja," timpal Jokowi.
Teka-teki nama-nama menteri yang bakal dipilih Presiden Jokowi masuk dalam kabinetnya, memang dinanti-nanti banyak pihak.
Daftar nama-nama menteri Kabinet Kerja Jilid II pun beberapa kali beredar di grup WhatsApp.
Nama-nama itu diklaim diputuskan Presiden Jokowi di Istana Bogor pada Minggu (4/8/2019) lalu.
Foto yang beredar menunjukkan selembar kertas dan terdapat stempel berwarna merah dengan tulisan RAHASIA.
Dalam selembar kertas tersebut, tertulis Risalah Rapat Pengangkatan Menteri Pembantu Presiden Dalam Kabinet Kerja Jilid ll Periode 2019-2024.
Tertulis juga, rapat dipimpin Presiden Jokowi dengan Sekretaris Rapat Pramono Anung di Ruang Garuda Istana Bogor, Minggu (4/8/2019).
Adapun yang hadir ditulis wapres terpilih Ma’ruf Amin, ketua umum partai koalisi, dan sekretaris jenderal partai koalisi.
Di antara nama-nama yang beredar itu, ada pula nama Adian Napitupulu sebagai Menteri Agraria dan Tata Ruang.
Saat kontestasi Pilpres 2019, Adian mendukung penuh Jokowi kembali menjadi presiden.
Aktivis 98 ini bahkan bersama kelompoknya sempat mendeklarasikan diri mendukung Jokowi untuk periode kedua.
Deklarasi digelar di Kemayoran, Jakarta, Sabtu (7/7/2018).
Acara ini juga dihadiri Jokowi.
suka bermain poker .... gabung aja disini di jamin aman dan terpercaya se-indonesia banyak bonus-bonus menarik disini hanya minimal deposit 25.000 kamu bisa bermain sesuka kamu .. buruan gabung tunggu apa lagi ....!
BANDAR DOMINO99 | AGEN BANDARQ | AGEN POKER
=======================================================================








Tidak ada komentar