• Breaking News

    Derita Istri Tersangka Kasus Mayat PNS Dicor Semen, Kena Kanker Stadium 3 & Berjuang Hidupi 4 Anak



    CINTABERITA - Istri tersangka kasus mayat PNS dicor semen, RW (44 tahun) menahan tangis ungkap kisah perjuangannya setelah suaminya, Nopi menjadi buronan.

    Wanita tersebut kudu menelan pil pahit imbas berasal dari tingkah laku suaminya yang mengubur dan mengecor Apriyanita, seorang PNS Kementerian PU di TPU Kandang Kawat, Palembang, Sumatera Selatan.

    Nopi dengan kata lain Acik merupakan satu berasal dari empat tersangka pembunuh Apriyanita.

    RW rupanya kini kudu berjuang menghidupi keempat anaknya setelah suaminya menjadi buronan polisi.

    Anak Nopi yang paling besar berusia 17 th. sementara bungsu berusia 10 tahun.

    Istri Nopi mengaku pasrah bersama dengan keadaan yang menimpanya sementara ini.

    "Cuma menghendaki dikasih kesehatan supaya dapat terus mengurus dan membesarkan anak-anak," tutur RW, istri Nopi.

    Dalam kesehariannya, RW ternyata berjualan bunga di kawasan TPU Kandang Kawat, Palembang, Sumatera Selatan.

    Sementara suaminya bekerja serabutan di kawasan pemakaman tersebut.

    Terkadang Nopi menjadi tukang gali kubur, lebih-lebih tukang pembersih makam kecuali ada permintaan.

    Penghasilan yang didapatkan pasangan itu tak menentu lebih-lebih pas-pasan.

    Istri Nopi menceritakan, mereka menikah sejak th. 2001 dan sama-sama udah bekerja di TPU Kandang Kawat.

    លទ្ធផល​ážšូបភាáž–​សម្ážšាáž”់ ]PEMBUNUH PNS

    "Saya jualan, suami serabutan," tutur RW.

    Di suatu hari pada th. 2015, RW terkena vonis kena kanker serviks stadium 3 B.

    Kendati kondisinya berangsur membaik, tetapi RW juga mengkuatirkan nasib jaman depan anak-anaknya, khususnya bersama dengan terdapatnya peristiwa yang menimpa suami.

    "Dengan terdapatnya perihal ini bukan hanya saya, tetapi anak-anak juga terpukul. Itulah kenapa aku tidak dambakan terlalu banyak ngomong."

    "Takut drop, susah kecuali layaknya itu. Bagaimana nasib anak-anak nanti," kata RW seraya menyeka air mata.

    Lebih lanjut, RW menyebutkan bahwa anak sulungnya yang berusia 17 th. menukar peran sang ayah untuk melacak nafkah.

    "Sejak bapaknya terlibat kasus ini, dia yang menjadi tulang punggung keluarga," kata RW bersama dengan raut sedih sembari menunjuk ke arah T.

    Sebagai seorang ibu, RW mengaku batinnya tak kuasa menyaksikan anaknya yang udah kudu menjamin beban keluarga.

    Belum lagi omongan berasal dari orang sekitar, jadi membawa dampak keluarganya merasa terpuruk.

    "Terakhir kali kami ketemu mirip ayah hari Minggu tanggal 20 Oktober. Setelah itu tidak sadar lagi kemana."

    "Soalnya ayah sebetulnya kerap keluar rumah dan tidak bilang sudi kemana. Sudah kami jelaskan juga ke polisi kecuali kami tidak sadar dimana keberadaannya. Mau cari juga tidak sadar kemana," imbuhnya.

    Gelagat Mencurigakan Nopi

    Nopi merupakan tersangka yang terlibat pembunuhan Apriyanita, PNS Kementerian PU Balai Besar Jalan dan Jembatan lokasi V Satker Metropolis Palembang.

    Dua tersangka udah ditangkap yakni Yudi dan Ilyas.

    Tim Unit Jatanras Polda Sumatera Selatan (Sumsel) sementara ini tengah memburu Nopi yang berperan sebagai pemberi arahan kepada keponakannya untuk membunuh Apriyanita.

    Nopi juga orang yang mengubur dan mengecor Apriyanita di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kandang Kawat Palembang.

    Dalam kesehariannya, Nopi ternyata merupakan tukang gali kubur di TPU tersebut.

    Ia udah bekerja di sana udah sejak lama.

    Bahkan, satu pondok tempatnya bekerja dipasang nomer handphone, bagi siapapun yang membutuhkan jasanya baik itu untuk menggali kubur maupun memasang nisan makam.

    Pantauan Kompas.com di lapangan, lokasi tempat korban dikubur berada sama juga di belakang pondok milik Nopi.

    Sisi makam kanan dan kiri yang biasa digunakan untuk jalan bagi peziarah, ternyata digunakan tersangka ini untuk mengubur jasad Apriyanita secara sadis.

    Bahkan keluar coran tersebut sedikit tidak tipis dan rata bersama dengan permukaan jalan supaya tempat itu tak dicurigai sebagai makam.

    Watoni (50) salah satu pejaga makam di TPU Kandang Kawat mengatakan, lokasi tempat jenazah Apriyanita dimakamkan merupakan tanah kosong.

    Tanah kosong itu biasa di lewati para peziarah makam.

    Menurut Watoni, ia tak menyangka kecuali Nopi bakal turut terlibat dalam aksi tersebut.

    Sebab selama ini pelaku bekerja di TPU Kandang Kawat.

    "Sudah lama kerja disini. Jadi kami tidak curiga,"kata Watoni, Sabtu (26/10/2019).

    Menurut Watoni, ia menduga korban dikuburkan pada malam hari antara pukul 21.00 WIB dan 22.00 WIB.

    Sebab, pada sementara tersebut seluruh orang udah pulang.

    "Kalau sore sampai habis magrib tetap ada orang. Kalau aku kira di atas jam sembilan malam dia kuburkan," ujarnya.


    Suka main lotre dan bingung cari bandar lotre online terpercaya.....? Tak Usah Bingung lagi uda gak jaman ini ada bandar oline terpercaya se -indonesia dan paling aman ... hanya dsini dengan minimal dposit 25.000 kamu bisa bermain sesuka hatimu banyak bonus dan hadiah menarik lainya.


    agen togel | bandar togel | agen togel terpercaya 


    Warga merasa menyimpan rasa ragu kepada Nopi, lantaran ia tak kunjung bekerja sejak 9 Oktober 2019.

    Seluruh rekannya pun tak sadar di mana keberadaannya.

    Namun, keadaan pondok, seluruh alat kerjanya tetap ada di sana.

    "Biasanya pagi udah ada. Tapi sejak sementara itu dia tidak keluar," katanya.

    "Awalnya kami udah ragu sementara polisi datang mencarinya. Kami kira ada apa. Baru sadar kecuali perihal kemarin."

    Zubaidah (45) salah satu warga disana pun mengaku sempat mencurigai kecuali Apriyanita dimakamkan di belakang pondok milik Nopi.

    Hal itu gara-gara coran yang keluar tetap basah dan jarang terlihat.

    "Waktu polisi datang, aku udah ragu disitu. Eh ternyata benar. Nopi udah lama hilang,"jelasnya.

    Jenazah Apriyanita pada mulanya ditemukan petugas, setelah pelaku utama Yudi Tama Redianto (50) ditangkap.

    Dari info tersangka, polisi sempat melaksanakan penggalian selama tiga hari di beberapa lokasi berbeda.

    Setelah lima kali penggalian di TPU Kandang Kawat, polisi pada akhirnya sukses mendapatkan jenazah korban.

    Hasil pemeriksaan, motif Yudi membunuh korban dilatarbelakangi pinjaman sebesar RP 145 Juta.

    Di mana korban ditipu oleh tersangka untuk pembelian satu unit mobil model Toyota Kijang Innova th. 2016 di Jakarta.

    Merasa kesal ditagih, Yudi akhirya membunuh korban secara sadis.

    Ia pun menyewa Ilyas yang udah ditangkap untuk menjerat leher Apriyanita sampai tewas, setelah pada mulanya lebih dulu diberikan minuman bercampur obat tetes mata.  



    Image and video hosting by TinyPic\

    Tidak ada komentar

    Post Top Ad

    ad728

    Post Bottom Ad

    ad728