• Breaking News

    VIRAL Video Anggota DPRD Terciduk Provokasi Mahasiswa Minta Turunkan Jokowi



    KORAN MEDAN - Di sebuah diskusi berapi-api anggota DPRD itu mengajak mahasiswa menggunakan momen aksi untuk menurunkan Jokowi.

    Video itu pertama kali di viralkan oleh @zahranotzaraa Kamis (26/9/2019).

    “Buat rekomendasi turunkan Jokowi, berani gak?” tanya anggota DPRD tersebut memprovokasi mahasiswa.

    Para mahasiswa pun sempat terprovokasi oleh anggota DPRD tersebut. “Berani, berani,” kata mereka bersorak-sorai.

    Tiba-tiba saja, seorang mahasiswa merebut forum dan menyela omongan anggota DPRD tersebut.

    “Kawan-kawan ingat apa tujuan kita disini, jangan terprovokasi! Ingat apa tujuan kita disini tidak ada turunkan turunkan Jokowi!” kata pria tersebut dengan heroik disambut tepuk tangan mahasiswa lainnya.

    Tidak hanya mengingatkan temannya soal provokasi. Pria itu juga menegur keras anggota DPRD Sumbar itu.

    “Bapak izinkan saya bicara, bapak itu dewan perwakilan rakyat! Dewan perwakilan rakyat! Bapak harus wakilkan suara ini! Apakah suara ini kurang? Jangan menggiring opini!” kata pria tersebut.

    Tiba-tiba saja, suara si oknum anggota DPRD yang berapi-api itu langsung melembut saat mendengar protes dari mahasiswa itu.

    “Dalam dialog ini ada poin-poin yang kita sepakati kami siap dengan tuntutan adek-adek semua, RUU KUHP kan saat ini sudah sampai ke Presiden ditunda,” kata anggota DPRD itu beralasan.

    Sisanya, anggota DPRD itu langsung berbicara soal subtansi seperti UU KPK dan RUU lainnya yang diminta mahasiswa untuk dibatalkan.

    Tagar #Turunkanjokowi Trending Topik

    Aksi unjuk rasa mahasiswa yang berlangsung sejak 23 September 2019 itu memang sempat ditunggangi kepentingan politik.

    Bahkan tagar #TurunkanJokowi pernah menjadi trending topik di twitter. Disinyalir tagar itu dibuat oleh buzzer oposisi.

    Diberitakan Wartakotalive.com sebelumnya unjuk rasa mahasiswa bertajuk #GejayanMemanggil yang menggugat sejumlah RUU yang telah dan akan disahkan DPR-pemerintah, ternyata diboncengi penumpang gelap.

    Aksi demonstrasi mahasiswa bertajuk #GejayanMemanggil ternyata diboncengi penumpang gelap.

    Penumpang gelap aksi #GejayanMemanggil itu disinyalir berasal dari oposisi yang ikut nebeng dengan tagar #TurunkanJokowi.

    Klarifikasi panitia Gejayan Memanggil terkait tagar itu disampaikan lewat akun Instagram Selasa (24/9/2019).

    “Kami tidak mengeluarkan tagar turunkanJokowi, dan tidak ada kesepakatan konsolidasi perihal tersebut. Tagar #Gejayanmemanggil berdiri sendiri,” tulis panitia lewat akun Instagram @gejayanmemanggil.

    Berlandaskan analisis dari pemilik perusahaan pemantau Twitter PT Media Karnels Indonesia Ismail Fahmi menjelaskan jika tagar itu ditumpangi oleh akun-akun buzzer politik.

    “Sekali lagi kami menolak ditunggangi. Kami bukan FPI, HTI, PKS ataupun Oposisi. Bentuk-bentuk klaim di luar informasi dari akun official IG ini adalah HOAKS,” jelas panitia aksi.

    Sebelumnya Pengamat Media Sosial, Ismail Fahmi, menjelaskan soal asal usul dari tagar #TurunkanJokowi yang disisipi dengan narasi dan video aksi Gejayan Memanggil.

    “Ada yang bertanya kepada Drone Emprit, siapa yang membuat tagar #TurunkanJokowi? Saya coba buat analisis singkat, dengan membandingkan pola tagar tersebut dengan #GejayanMemanggil. Seperti apa hasilnya?” kata Ismail Fahmi lewat akun twitternya Selasa (24/9/2019).

    Ismail menjelaskan berdasarkan data tren 22 hingga 24 September tagar #GejayanMemanggil lebih muncul terlebih dahulu ketimbang tagar #TurunkanJokowi.

    Tagar #GejayanMemanggil sudah mulai sejak 22 September, sedangkan tagar #TurunkanJokowi baru muncul tanggal 23 September pukul 11.00 WIB.

    “Dan tiba-tiba naik pesat pukul 21:00, menjelang tengah malam,” kata Ismail.

    Meski demikian kata Ismail, tagar #TurunkanJokowi masih jauh di bawah tagar #GejayanMemanggil.

    Dalam grafik tagar #GejayanMemanggil mencapai 206.385 ribu cuitan sedangkan tagar #TurunkanJokowi hanya 22.745.

    Selain itu Ismail juga menjelaskan jika penggerak tagar #TurunkanJokowi dimotori oleh akun-akun cluster besar yang berbeda dengan akun-akun penggerak tagar #GejayanMemanggil.

    Akun-akun penggerek tagar #TurunkanJokowi disebut merupakan akun-akun top infulencer.



    “Top 5 influencer untuk tagar #TurunkanJokowi adalah  @candraidw_md, @opposite6890, @localhost911, @do_ra_dong, dan @aisyadiaa,” kata Ismail.

    Sehingga kata Ismail, tagar #TurunkanJokowi bukan berasal dari akun-akun yang menaikan tagar #GejayanMemanggil.

    Ismail menduga jika tagar #TurunkanJokowi dimotori oleh oposisi yang menyusup ke dalam isu tersebut.

    “Ternyata ada dua cluster besar. Tagar #TurunkanJokowi ternyata bukan bagian dari mereka yang mengangkat #GejayanMemanggil. Seperti buatan oposisi,” jelas Ismail.

    Oleh karenanya, Ismail meminta mahasiswa berhati-hati dengan penyusup gelap.

    “Closing. Gerakan mahasiswa seperti ini bakal mudah disusupi. Narasi baru di luar tuntutan mahasiswa bisa muncul baik di media sosial, atau saat orasi di lapangan. Mahasiswa perlu waspada, cerdas, dan tetap damai. Drone Emprit mencoba untuk mengawal dg analisis big data,” kata Ismail.

    Satu di antara penggagas aksi #GejayanMemanggil Tunggal Pawestri mengomentari penumpang gelap di aksi tersebut.

    Tunggal menjelaskan jika isu yang mereka gaungkan di aksi demonstrasi Senin lalu tidak ada hubungannya dengan kepentingan oposisi.

    “Tolong dicatat. Dan mereka gak mungkin ikut aksi, kenapa? Karena mereka setuju UU KPK, setuju RKUHP, setuju RUU P-KS ditunda. Sementara, teman-teman aksi hari ini: Meminta pembatalan UU KPK, meminta penundaan RKUHP dan meminta pengesahan RUUPKS segera! #ReformasiDikorupsi,” cuit aktivis perempuan itu.



    Bingung cari bandar bola online...!!!!  sekarang uda gak jaman lagi bingung langsung gabung aja disini hanya minimal deposit 50000 kamu sudah bisa bermain disini.., buruan gabung tunggu apa lagi..! 

    AGEN SBOBET |  BERITA BOLA | AGEN IBCBET


    Image and video hosting by TinyPic

    Tidak ada komentar

    Post Top Ad

    ad728

    Post Bottom Ad

    ad728