Seorang Paman di Tebas Pedang Oleh Ponakanya Hanya Karena di Nasehati Suara Bising Permainan Mobile Legend
KORAN MEDAN - Abdul Rohim sempat menyentuh kepala MA pada perseteruan itu.
Rupanya, MA tak terima perlakuan itu.
Dia pulang ke rumah dan mengambil sebilah pedang/samurai.
Dia kembali ke rumah Abdul Rohim, dan menghujamkan pedang itu ke tubuh pamannya beberapa kali hingga menembus jantung.
Abdul Rohim pun terkapar bersimbah darah.
Dia meninggal dunia saat berada di dalam perjalanan menuju rumah sakit Pelni, Jakarta Barat.
Lalu korban dikubur di TPU Kemanggisan, Sabtu (28/9/2019).
Dilema Keluarga
Peristiwa itu membuat keluarga Abdul Rohim sangat terluka.
Siti Suhairiah (41) mengaku sangat terguncang akan kejadian itu.
Pasalnya, dia bukan hanya kehilangan seorang adik yang meninggal dengan cara yang sangat naas.
Yang lebih mengenaskan lagi, Sang Adik justru tewas ditangan anggota keluarganya sendiri, keponakannya sendiri.
“Sungguh enggak terduga. Saya syok dengan kejadian ini. Saya selalu menangis mengingat itu,” ujar Zuhairiah kepada Warta Kota di kediamannya, Minggu (29/9/2019).
Pasalnya, dia bukan hanya kehilangan seorang adik yang meninggal dengan cara yang sangat naas.
Yang lebih mengenaskan lagi, Sang Adik justru tewas ditangan anggota keluarganya sendiri, keponakannya sendiri.
“Sungguh enggak terduga. Saya syok dengan kejadian ini. Saya selalu menangis mengingat itu,” ujar Zuhairiah kepada Warta Kota di kediamannya, Minggu (29/9/2019).
Zuhairiah mengatakan, walaupun MA dan keluarganya sudah meminta maaf, akan tetapi, dia berharap keponakannya itu akan diproses sesuai hukum yang berlaku.
“Saya pengennya sesuai prosedur hukum saja. Memang sedih sih, bahkan terpukul, bagaimana pun dia keponakan saya. Tapi, kami menyerahkan ke polisi agar sesuai dihukum atas kasus pembunuhan,” ujarnya.
Pelaku Kesal
Kapolsek Palmerah Polres Metro Jakarta Barat Kompol Ade Rosa mengatakan, MA tega menghunuskan pedang kepada pamannya sendiri, lantaran kesal.
"Pelaku merasa kesal atas perbuatan korban, maka secara spontan pelaku mengambil pedang samurai yang ada di kamarnya,” ujar Ade.
Dalam keadaan gelap mata, MA menusukkan pedang ke dada sebelah kiri Abdul Rohim, dua kali.
Kemudian membacok tubuhnya hingga korban tersungkur di lantai.
Kanit Reskrim Polsek Palmerah Akp Ali menambahkan, begitu tiba di tempat kejadian, langsung menahan terduga pelaku, berikut barang bukti perbuatannya berupa sebilah pedang samurai.
“Kami membawa korban ke rumah sakit Pelni. Namun, sesampai di Instalasi Gawat Darurat (IGD), korban dinyatakan sudah meninggal dunia saat dalam perjalanan," ujarnya.
Kejadian itu terjadi di Jalan Kemanggisan Pulo I no 35 RTb14/08 Palmerah, Jakarta Barat, Jumat (27/9/2019) kemarin.
Korban dikenal sosok penyayang kepada keluarga.
“Gak ridho dengan kejadian ini, jadi masih sakit hati, soalnya adik saya orangnya penurut dan sayang sama keluarga,” ujar Zuhairiah kepada Wartakota di kediamannya, Minggu (29/9/2019).
Tak hanya itu, ia juga mengatakan korban sering memberi dalam bentuk apa pun untuk warga yang sedang membutuhkan.
Sementara, tetangga korban bernama Astri (40) menambahkan bahwa sosok Rohim memang sangat mudah bergaul dan humoris.
“Dia lucu orangnya makanya banyak yang merasa kehilangan atas kejadian ini,” kata dia.
Astri juga tak menduga hal ini bisa terjadi terhadap tetangganya itu.
Apalagi, dirinya menuturkan Rohim terakhir dilihat saat sedang membakar sampah milik warga saat sebelum peristiwa berdarah tersebut.
suka bermain poker .... gabung aja disini di jamin aman dan terpercaya se-indonesia banyak bonus-bonus menarik disini hanya minimal deposit 25.000 kamu bisa bermain sesuka kamu .. buruan gabung tunggu apa lagi ....!








Tidak ada komentar